Berpikir Positif dan Bersyukurlah
Berpikir positif dan bersyukurlah memiliki korelasi sangat erat bagi manusia untuk menemukan makna diri dan kehidupannya. Berpikir positif akan mengarahkan manusia untuk senantiasa bersyukur. Sebaliknya, rasa syukur dalam menilai akan menciptakan alur pandang positif atas segala sesuatu dalam benak manusia.
Berpikir positif yang dilandasi semangat kesyukuran akan membuahkan hasil berupa kelegaan dan kebahagiaan hidup, bukan adanya rasa cemas, waswas, khawatir atau buruk sangka kepada orang lain. Semua bisa dinikmati dengan sebaik-baiknya. Sehingga, manusia akan senantiasa tersenyum menyikapi hidup dan kehidupannya. Sebagaimana firman Tuhan, "Dan, ingatlah tatkala Tuhanmu memaklumkan. Sesungguhnya, jika kamu bersyukur, maka pasti Kami akan menambah nikmat kepadamu. Dan, jika kamu mengingkari, maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih." (QS. Ibrahim :7).
Dari tinjauan psikologis, diketahui bahwa orang yang selalu bersyukur dalam hidupnya, disamping akan menumbuhkan sikap positif, juga memberikan dampak kebahagiaan tersendiri. Orang yang selalu bersyukur akan selalu bahagia. Itulah salah satu bentuk tambahan nikmat yang diberikan oleh Tuhan kepadanya.
Hati yang penuh syukur akan membawa implikasi berupa ketenangan dan ketentraman hati. Hati yang tenang dan tenteram merupakan dambaan manusia, meskipun seringkali dilalaikan. Ketenangan dan ketenteraman hati mahal harganya, tidak bisa ditukar dengan emas berlian.
Ketika bersyukur, sebenarnya pada saat itu manusia sudah memenangkan suatu pertarungan hebat melawan keserakahan. Keserakahan itulah sumber utama kekecewaan dan kesengsaraan manusia. Sebab, orang yang serakah tidak akan pernah merasa bahagia dengan hal yang dimilikinya.
Sebenarnya, antara rasa syukur dengan berpikir positif itu tidak ada perbedaan yang jelas. Keduanya merupakan perpaduan yang serasi dan harmonis. Orang yang bersyukur pasti berpikir positif dan orang yang berpikir positif pastilah selalu bersyukur. Bedanya, rasa syukur itu terletak di hati, sedangkan sikap positif berada di akal pikiran manusia.
Secara klasik, dunia hanya berisi dua hal berbeda dan bertolak belakang. Sebenarnya, hal ini sederhana sekali meskipun akibat yang ditimbulkannya luar biasa. Dalam dimensi apapun, pasti ada wacana positif dan negatif, dua kutub yang berbeda, tetapi sebenarnya saling melengkapi.
Penting bagi kita untuk mendorong adanya emosi positif sebagai kekuatan yang mendominasi pikiran kita dan melenyapkan emosi negatif. Dunia kita lahir dalam kondisi seperti itu. Kita lahir ditengah-tengah kutub positif dan negatif. Oleh karena itu, sangat patut kita syukuri.
Harkat kemanusiaan kita justru menjadi sangat jelas ketika kita selalu bertarung untuk memperjuangkan nilai-nilai positif dan mengenyahkan nilai-nilai negatif dalm hidup. Dan bersyukur membawa dampak lebih lanjut berupa keikhlasan hati yang bisa membantu kita melawan nilai-nilai negatif.
Dari situ, jelaskan alasan kita harus diingatkan kembali untuk berpikir positif dan bersyukur. Pikiran yang didominasi oleh emosi positif menjadi tempat menyenangkan batgi keadaan pikiran yang dikenal sebagai keyakinan.
Problematika primitif manusia dengan sendirinya akan tertemukan jawabannya apabila manusia mau menghayati dan mengamalkan nilai-nilai tersebut. Hanya dengan bersyukurlah, manusia akan menemukan hal yang dicarinya selama ini, yakni kebahagiaan.
Kebahagiaan adalah titik akhir pencarian manusia yang namanya bisa diubah-ubah, tetapi esensinya sama. Hendaknya, kesadaran pentingnya mempertahankan cara berpikir positif dan meningkatkan rasa syukur itu selalu diperjuangkan dengan sungguh-sungguh. Dalam arti, semua itu jangan sekadar menjadi wacana dibibir melainkan diresapi dan diamalkan dalam keseharian kita.
Inilah titik awal kita melangkah dalam upaya mencari sebuah bentuk senyuman yang bernilai bahagia, bukan seulas senyum yang sekadar pembalut rasa kekecewaan dan kesengsaraan yang kita alami. Memang, sebagai dampak adanya dua kutub yang bertolak belakang tadi, seringkali kita mendramatisir keadaan. Sehingga kita terjebak sendiri kedalam lumpur kekecewaan.
Pada dasarnya, mudah sekali menemukan senyum yang bernilai bahagia itu, yakni gunakanlah akal pikiran untuk selalu berpikir. Teruslah berpikir dan jangan biarkan akal pikiran itu kosong. Sebab, kekosongan itu rawan sekali menimbulkan pikiran-pikiran buruk, syak wasangka, dan lain sebagainya. Cobalah, tidak ada salahnya dicoba!
👍👍
BalasHapus👍
Hapuspositif thinking is number one
BalasHapusselalu berpikirlah positif teman
BalasHapusBerpikir Positif itu harus
BalasHapusbermanfaat sekali
BalasHapusSatu hal semua hal yang berbau positif gaakan sia"
BalasHapuskita harus selalu berpikiran positif dan bersyukur dg apapun itu
BalasHapusMantap minn👍👍👍
BalasHapus